Pearson Curriculum dan Kurikulum Nasional: Apa Bedanya?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat orang tua membandingkan sekolah adalah soal kurikulum. Apakah anak sebaiknya mengikuti Kurikulum Nasional, kurikulum internasional, atau kombinasi keduanya? Pertanyaan ini penting karena kurikulum memengaruhi cara anak belajar, cara guru mengajar, dan cara perkembangan anak dinilai.

Di banyak sekolah modern, termasuk sekolah yang memiliki orientasi internasional, orang tua akan menemukan pendekatan yang menggabungkan pijakan nasional dengan rujukan global seperti Pearson Curriculum. Agar tidak membingungkan, mari melihat perbedaannya secara praktis.

Kurikulum Nasional: pijakan lokal yang tetap penting

Kurikulum Nasional memberi anak pemahaman terhadap standar pendidikan Indonesia. Ini penting karena anak tetap hidup dan bertumbuh dalam konteks Indonesia: bahasa, budaya, kewarganegaraan, dan kompetensi dasar yang diharapkan secara nasional.

Bagi keluarga yang ingin anak memiliki fleksibilitas pendidikan di Indonesia, pijakan nasional tetap relevan. Anak tidak hanya mengejar kemampuan akademik, tetapi juga memahami konteks lokal tempat ia belajar dan tinggal.

Pearson Curriculum: struktur belajar dengan orientasi global

Pearson dikenal sebagai penyedia pendidikan dan asesmen internasional. Dalam praktik sekolah, pendekatan seperti ini biasanya membantu anak terbiasa dengan materi, instruksi, bahasa akademik, dan pola berpikir yang lebih global.

Nilai utamanya bukan semata-mata memakai buku atau label tertentu. Yang lebih penting adalah bagaimana guru menggunakannya: apakah anak diajak memahami konsep, menjelaskan alasan, membandingkan ide, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang lebih luas.

Perbedaannya terasa di kelas

Orang tua dapat melihat perbedaan kurikulum dari cara anak belajar. Apakah anak hanya menghafal, atau diminta menjelaskan proses berpikir? Apakah tugasnya membantu anak memahami konsep, atau hanya mengejar jawaban benar? Apakah bahasa belajar membantu anak masuk ke percakapan akademik yang lebih luas?

Itulah sebabnya saat school tour, pertanyaan tentang kurikulum sebaiknya dilanjutkan dengan pertanyaan tentang metode belajar dan asesmen. Kurikulum yang baik tetap membutuhkan guru, struktur, dan komunikasi yang baik.

Bagaimana orang tua menilai kecocokannya?

Jika anak sudah terbiasa dengan sistem nasional, transisi ke pendekatan yang lebih global mungkin membutuhkan waktu. Jika anak sudah terbiasa dengan bahasa Inggris atau materi internasional, orang tua tetap perlu memastikan anak tidak kehilangan pijakan lokal.

Sekolah yang baik akan membantu menjelaskan transisi ini. Di Sekolah Mondial, orang tua dapat membaca gambaran kurikulum di halaman Curriculum dan informasi khusus di Pearson Curriculum School in Batam.

Langkah yang disarankan

Mulailah dari jenjang anak saat ini. Lihat halaman Programs, lalu diskusikan dengan tim sekolah bagaimana kurikulum diterapkan di jenjang tersebut. Jika sudah siap bertanya lebih lanjut, gunakan halaman Admission untuk memulai percakapan dengan tim admission.

About the Author

You may also like these